IAI NATA Sampang menyelenggarakan Yudisium Pada Sabtu 14/10/2023 lulusan tahun akademik 2022/2023 di Hotel Camplong. Yudisium merupakan agenda rutin IAI NATA setiap pereodenya dalam rangka melepas para lulusan memasuki dunia kerja. Nur jamal, M.Pd.I selaku ketua pelaksana mengatakan Yudisium merupakan agenda rutin yang diselenggarakan IAI NATA karena ini merupakan satu basis cultural atau budaya yang ingin dibangun dan terus dipelihara dilingkungan IAI NATA sebagai symbol pencapaian kenerja akademik pada semua jenjang seluruh program studi. Ia juga berpesan kepada lulusan untuk senantiasa focus dengan apa yang dikerjakan dan mampu menyelesaikannya, dan terus mengasah kemampuan untuk berkompetisi, lengkapi diri dengan pengetahuan dan skil atau keterampilan kontemporer pada bidang masing-masing, serta terus melatih kemampuan berinovasi dan solutif terhadai berbagai persoalan yang dihadapi pungklasnya. Rektor IAI NATA Ny. Rifki Rufaida, M.H mengatakan Acara yudisium ini merupakan momen yang sangat penting bagi saudara semua, karena ini adalah pengukuhan kelulusan setelah memenuhi semua syarat yang telah ditetapkan. Saya berharap, gelar sarjana yang telah diraih hari ini dapat menjadi modal yang baik bagi saudara semua untuk memulai karir di masa depan. Saya juga ingin mengingatkan kepada saudara bahwa gelar sarjana yang telah diraih hari ini bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak tantangan dan kesempatan yang menanti di masa depan. Oleh karena itu, saya mengajak saudara semua untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Saya yakin bahwa saudara semua akan terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.Keyakinan saya ini didasarkan pada data hasil tracer study 2022 terhadap lulusan IAI NATA yang menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu lulusan IAINATA sampai mendapatkan Pekerjaan sangat singkat, hanya kurang dari enam bulan. Artinya dalam waktu kurang dari enam bulan hamper semua alumni IAI NATA sudah bekerja, tidak menganggur. Bahkan saya mendapatkan laporan bahwas ebagian dari kalian sekarangs udahbekerja, walaupun baru akan melaksanakanYudisium hari ini. Berbagai prestasi dan capaian ini tentu sangat membanggakan kita semua sebagai keluarga besar IAI NATA. Tetapi kami tidak berhenti berusaha hanya sampai disini. Kami selaku pimpinan, segenap dosen dan pendikd engan dukungan alumni dan mitra kerja berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan system pendidikan di IAINATA. Kami akan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, mempertahankan biaya perkuliahan yang terjangkau dan tidak terlalu membebani ekonomi keluarga, serta mengupayakan mahasiswa dapat lulus tepat waktu. Yang terakhir, yang selalu saya sampaikan adalah tentang keberanian. Saya berpesan kepada ananda semua, jadilah para pemberani. Untuk itu lakukan perhitungan dengan cermat terhadap risiko keputusan yang akan kita ambil. Jangan pernah takut untuk mengambil risiko yang terukur, karena keberhasilan dan kemenangan adalah milik mereka yang berani. Setelah semua itu ananda laksanakan, serahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, yang dapat mengangkat derajat dan marwah ananda ketempat yang tinggi dan mungkin tidak pernah ananda bayangkan sebelumnya. Buatlah almamater bangga atas prestasi ananda semua dan kami pun segenap sivitas akademika akan terus berupaya memperbaiki dan mengembangkan kampus ini menjadi kampus kebanggaan ananda semua. (Isk)*
Mahasiswa Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Mengembangkan Gerakan Generasi Anti Stunting di SMKN 3 Sampang Desa Pulau Mandangin
IAI NATA SAMPANG – Pulau Mandangin merupakan pulau kecil dengan luas wilayah 90,04 hektar. Jika dilihat dari kejauhan, pulau ini seakan hanya pulau dengan rerimbunan pohon dan deretan rumah. Namun, saat mengunjungi pulau ini, kita disajikan dengan pemandangan pantai yang indah karena air pantai yang tampak jernih. Pemandangan pantai yang khas di pulau ini yaitu dengan adanya deretan kapal yang terapung di sekitar pantai milik nelayan yang tinggal di pulau Mandangin. Sayangnya keindahan ini menjadi pudar ketika mahasiswa IAI NATA (Institut Agama Islam Nazhatut Thullab) Sampang mendapati informasi dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) bahwa data stunting di desa pulau mandangin masih terakumulasi tinggi di antara seluruh desa di pulau Madura provinsi Jawa timur. BKKBN Provinsi Jawa Timur bekerja bersama dengan kampus IAI NATA Sampang melalui kegiatan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) 2023 dengan tematik Mahasiswa PENTING (Peduli Stunting). Remaja adalah salah satu bagian penting dalam pencegahan awal untuk mengurangi angka stunting yang menjadi target dari Peserta KPM 2023 POSKO 1 mahasiswa PENTING di desa Pulau Mandangin. Kegiatan penyuluhan, sosialisasi dan edukasi di SMKN 3 SAMPANG Mandangin yang dilaksanakan pada kamis 24/08/23 oleh para mahasiswa peserta KPM 2023 POSKO 1 ini adalah menjadi salah satu upaya dalam menggerakkan fungsi dari Posyandu Remaja dalam mengembangkan gerakan generasi anti stunting di desa Pulau Mandangin. Fungsi Posyandu Remaja adalah untuk mendampingi para remaja menghadapi fase-fase krusial dalam hidupnya. Posyandu remaja merupakan salah satu kegiatan berbasis kesehatan yang membahas mengenai kesehatan fisik dan mental dengan tujuan membantu perkembangan remaja. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa IAI NATA peserta KPM 2023 POSKO 1 dan Bapak Muasaffa dari BKKBN desa Pulau Mandangin mengajak siswa dan siswi kelas XII SMKN 3 Sampang dalam mencegah terjadinya stunting dengan menyadarkan akan pentingnya dalam mengkonsumsi nutrisi dan gizi yang baik dan seimbang, serta sanitasi dan mencegah anemia dengan pola hidup yang sehat dan pola makan yang tepat. Tidak hanya itu, Program remaja GenRe (Generasi Berencana) yang dikembangkan oleh BKKBN menjadi uraian bimbingan kepada remaja siswa dan siswi kelas XII SMKN 3 Sampang yang disampaikan oleh bapak Musaffa (BKKBN) dan mahasiswa IAI NATA peserta KPM 2023. Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda dengan mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Hamil di Luar Pernikahan dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) serta berguna bagi nusa dan bangsa.
Semua Siswi Kelas III Mts Miftahul Ulum Dusun Barat Pulau Mandangin Positif Terkena Anemia
Stunting atau pertumbuhan terhambat pada anak, adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia. Meskipun umumnya terkait dengan periode pertumbuhan awal, dampak stunting dapat berlanjut hingga usia remaja dan dewasa. Oleh karena itu, pencegahan stunting pada remaja/siswa memiliki peran krusial dalam membentuk generasi yang sehat dan unggul. Sekolah sebagai Pusat Edukasi memiliki peran sentral dalam memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada remaja/siswa tentang pentingnya pencegahan stunting. Begitu juga mahasiswa mempunyai peran untuk berkontribusi dalam pentingnya pencegahan stunting ini terhadap remaja/siswa/i sebagai generasi selanjutnya. Pada hari Senin, tanggal 21 Agustus para peserta KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) dari kampus IAI NATA (Institut Agama Islam Nazhatut Thullab) Sampang 2023 Pos 01 (Satu) kelompok 01 (Satu) tepat pada jam 09 : 30 Wib melaksanakan penyuluhan terhadap remaja. Hal itu dilakukan di Mts Miftahul ulum dusun barat desa Pulau mandangin. Target dalam kegiatan tersebut adalah siswi kelas III Mts. Hal tersebut terealisasi bekerja sama dengan pihak puskesmas pulau Mandangin yaitu ibu nur fadilah selaku penanggung jawab gizi. Pihak puskesmas biasanya memberikan tablet tambah darah setiap hari Senin kepada siswi di lembaga tersebut sebagai bentuk upaya untuk mencegah terjadinya Stunting. Qori’atul Hasanah dan teman-temannya sebagai peserta KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) PENTING (Peduli Stunting) dari kampus IAI NATA (Institut Agama Islam Nazhatut Thullab) Sampang 2023 mengatakan setelah melakukan pengecekan terkait TB (Tinggi Badan) dan BB (Berat Badan) terhadap siswi kls III MTs yang masuk sekolah pada hari itu bahwa : ternyata dari 18 (Delapan Belas) siswi tidak ada yang terkena Stunting kalau ditinjau dari sisi TB (Tinggi Badan) dan BB (Berat Badan)nya. Kemudian qori’ melakukan pengecekan Hb atau hemoglobin terhadap semua siswi tersebut. Hb atau hemoglobin adalah protein yang terdapat pada sel darah merah. Hemoglobin memiliki berbagai peran penting dalam tubuh, salah satunya yaitu mengikat dan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Namun setelah qori’ dan pihak puskesmas pulau Mandangin melakukan pengecekan dari 18 (Delapan Belas) siswi tersebut semuanya kurang dari rata rata yaitu 9 (Sembilan). Sedangkan batas minimal Hb atau hemoglobin adalah 12 (Dua Belas). Sehiga dengan adanya data tersebut seluruh siswi kls III mTs di Mts Miftahul ulum dapat dikategorikan terkena Anemia. Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan atau jumlah sel darah merah berada di bawah kisaran normal. Hal ini terjadi karena kurangnya hemoglobin (protein kaya zat besi) sehingga memengaruhi produksi sel darah merah. Faktor yang mendorong terjadinya Anemia terhadap siswi tersebut diantaranya adalah kurang memperdulikan pola hidup sehat seperti sarapan pagi kurang teratur dan tablet penambah darah tidak diminum. Kata qori’atul Hasanah ujarnya setalah melakukan pengecekan.