Author: iainata

  • Pembekalan Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang tentang Penanganan Stunting di Kabupaten Sampang oleh BKKBN Jatim

    Pembekalan Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang tentang Penanganan Stunting di Kabupaten Sampang oleh BKKBN Jatim

    Sampang- Mahasiswa Institut Agama Islam Nazhatut Thullab (IAI NATA) Sampang mendapatkan pembekalan khusus terkait penanganan stunting di Kabupaten Sampang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh IAI NATA Sampang bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur. (20/07/2014)

    Pembekalan ini diadakan di aula IAI NATA Sampang dengan dihadiri oleh Wakil Rektor I IAI NATA Sampang, Ibu Masykurotus Syarifah, MH., yang memberikan sambutan hangat kepada para peserta. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I IAI NATA Sampang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam upaya penanganan stunting di masyarakat.

     

    “Mahasiswa memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang dan kesehatan anak. Melalui kegiatan pengabdian ini, kita berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sampang,” ujar Ibu Masykurotus Syarifah, M.H

    Pembekalan ini juga menghadirkan narasumber dari BKKBN Jawa Timur yaitu Lailatul Maulidiyah, S.I.Kom, M.Med.Kom. yang memberikan materi komprehensif mengenai stunting, faktor penyebab, serta strategi penanganannya. Para mahasiswa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak serta cara pencegahan stunting.

    Dalam sesi tanya jawab, para mahasiswa sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi program penanganan stunting di lapangan. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan keseriusan mereka dalam menjalankan tugas pengabdian masyarakat.

    Selain itu, BKKBN Jawa Timur juga memberikan berbagai bahan edukasi dan alat peraga yang akan digunakan oleh para mahasiswa dalam kegiatan pengabdian di desa-desa di Kabupaten Sampang. Diharapkan, dengan adanya dukungan dan pembekalan ini, mahasiswa IAI NATA Sampang dapat berperan aktif dalam mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.

    Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045, dimana generasi muda yang sehat dan cerdas menjadi kunci utama dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik. Dengan kolaborasi antara akademisi dan lembaga pemerintah, diharapkan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

  • Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang Gelar Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat Berbasis Participatory Action Research (PAR)

    Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang Gelar Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat Berbasis Participatory Action Research (PAR)

    Sampang, Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang (IAI NATA Sampang) baru saja menyelenggarakan pembekalan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). 17/07/2024

    Acara ini diadakan di aula utama kampus dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa serta sejumlah dosen pembimbing.

    Pembekalan KPM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai metode PAR yang akan diterapkan oleh mahasiswa selama masa pengabdian di masyarakat. Metode PAR ini menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan penelitian dan tindakan yang diambil, sehingga diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih relevan dan berkelanjutan bagi permasalahan lokal.

    Ketua Pelaksana, Ibu Megawati Fajrin M.Pd, dalam sambutannya menyatakan, “KPM atau Kuliah Pengabdian Masyarakat ini mengharuskan mahasiswa bersikap sopan, beretika dan beradab di lingkungan orang lain, tentu perlu untuk diperhatikan agar nantinya mahasiswa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mahasiswa juga harus menjaga citra dan nama baik kampus Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang.

    Acara pembekalan ini diisi dengan berbagai materi, yang dibimbing oleh Ibu Siti Farida, M.Pd (materi 1), Bapak Zainuddin, M.Pd (materi 2), Bapak Dr. Muqoffi, M.Pd (materi 3) dan Bapak Munib, M.Pd (materi 4).

    Mulai dari pengenalan konsep dan prinsip PAR, teknik-teknik pengumpulan data partisipatif, hingga contoh-contoh sukses penerapan PAR di berbagai daerah. Selain itu, para peserta juga diberikan simulasi dan studi kasus untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.

    Salah satu peserta, Nafila prodi MPI memberi pertanyaan “Mengapa lokasi KPM bagi mahasiswa IAI NATA ini sangat jauh, seakan-akan mahasiswa dibuang dan ditempatkan di tempat yang jauh.” Ibu Siti Farida sebagai pemateri 1 menjawab bahwa penempatan mahasiswa KPM di suatu daerah tersebut sudah diriset dan disesuaikan dengan tugas KPM mahasiswa sehingga mahasiswa bisa menjalankan tugas dengan lebih baik.

    Kegiatan KPM berbasis PAR ini akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan, di mana para mahasiswa akan ditempatkan di Desa Disanah, Sreseh, Kabupaten Sampang. Mereka akan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan solusi, dan mengimplementasikannya bersama-sama.

    Dengan pendekatan PAR ini, diharapkan hasil dari KPM dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat. IAI NATA Sampang berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang positif antara dunia akademis dan kehidupan sosial.

  • Rencana Tindak Lanjut dari Benchmarking ke UNIDA GONTOR oleh IAI Nazhatut Thullab Sampang

    Rencana Tindak Lanjut dari Benchmarking ke UNIDA GONTOR oleh IAI Nazhatut Thullab Sampang

    Sampang, Institut Agama Islam (IAI) Nazhatut Thullab Sampang mengumumkan rencana tindak lanjut setelah kegiatan benchmarking yang dilaksanakan di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. 4/7/2024.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen di IAI Nazhatut Thullab Sampang dengan mengadopsi praktik terbaik yang telah diterapkan di UNIDA Gontor.

    Rektor IAI Nazhatut Thullab Sampang, Rifki Rufaida, M.H, menjelaskan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk terus berinovasi dan memperbaiki sistem pendidikan yang ada. “Kami melihat UNIDA Gontor sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berhasil menerapkan sistem pendidikan berbasis pesantren yang modern dan efisien. Kami berharap dapat menerapkan beberapa pendekatan dan strategi yang mereka gunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus kami,” ujar Rifki Rufaida,M.H.

    Hasil dari kegiatan benchmarking ini mencakup beberapa rencana tindak lanjut yang akan segera diimplementasikan, antara lain:

    1. Peningkatan Kualitas Kurikulum. Mengadopsi beberapa elemen kurikulum dari UNIDA Gontor yang terbukti efektif dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
    2. Pengembangan Sumber Daya. ManusiaMengadakan pelatihan dan workshop bagi dosen dan staf untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka.
    3. Peningkatan Fasilitas dan Infrastruktur. Meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di IAI Nazhatut Thullab Sampang, termasuk perpustakaan, laboratorium, dan ruang kelas yang lebih modern dan nyaman.
    4. Kerjasama dan Networking. Memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan dan organisasi lain untuk mendukung pengembangan institusi.
    5. Implementasi Teknologi Informasi. Mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih interaktif dan dinamis.

    Kegiatan benchmarking ini juga mendapat respon positif dari sivitas akademika IAI Nazhatut Thullab Sampang. Mereka berharap dengan adanya tindak lanjut yang konkret ini, kampus mereka dapat terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Maryam Qadarin, S.Si., M.Sc. menambahkan bahwa implementasi rencana tindak lanjut ini akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh elemen di kampus. “Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak, tujuan kami untuk menjadikan IAI Nazhatut Thullab Sampang sebagai institusi pendidikan yang unggul akan dapat tercapai,” pungkasnya.

    Dengan adanya rencana tindak lanjut ini, IAI Nazhatut Thullab Sampang menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan demi masa depan yang lebih baik bagi para mahasiswanya.

  • Syarat dan Ketentuan KPM2024

    Syarat dan Ketentuan KPM2024

    ALUR PELAKSANAAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT

    INSTITUT AGAMA ISLAM NAZHATUT THULLAB SAMPANG

    TAHUN AKADEMIK 2023/2024

     

    1. VERIFIKASI AKADEMIK OLEH PRODI
    • Peserta KPM adalah mahasiswa Aktif IAI NATA dibuktikan dg KTM
    • Peserta kpm telah lulus 96 SKS, dan lulus mata kuliah metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, dibuktikan dengan menyetorkan printout KHS semester (1-6)
    1. VERIFIKASI ADMINISTRASI/KEUANGAN
    • Peserta kpm telah melunasi administrasi keuangan ke BAK baik SPP dan pendaftaran KPM sebesar Rp. 600.000 Melalui BMT IAI NATA ( 1 -10 Juli 2024)
    1. PENDAFATARAN KPM
    • Mahasiswa yg sudah mendapatkan rekom oleh prodi terkait persyaratan SKS minimal dn telah terverifikasi bebas administrasi keuangan, selanjutkan mendafatarkan diri melalui Link berikut  https://bit.ly/LinkpendaftaranKPM2024
    • Mahasiswa yang mendaftar peserta KPM wajib:
    1. Surat keterangan bebas administrasi keuangan KPM (meliputi pendaftaran kpm, dan pembayaran SPP 1-6 SEMESTER)
    2. Surat keterangan administrasi prodi (meliputi lulus Matkul Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, dan telah lulus minimal 96 SKS)
    3. Mengisi formulir pendafataran secara online
    4. Memasukkan pas foto 3×4 , dan 4×6 sebanyak 2 lembar
    5. Meneyerahkan bukti pendafatarn/ semua persyaratan yang tercantum diatas dalam bentuk hard file kepada panitia untuk divalidasi oleh panitia ( PENGUMPULAN BERKAS)
    6. PERSAMAAN PERSEPSI DPL DAN PEMBEKALAN
    • Pembekalan KPM tematik dan persamaan persepsi sekaligus pembagian kelompok. ( tgl. 17-18 Juli 2024)
    1. PELAKSANAAN KPM
    • Kpm dilaksanakan secara berkelompok didesa yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana.

    (22  juli- 23 Agustus 2024)

    1. LAPORAN AKHIR KPM
    • Laporan dibuktikan dalam bentuk laporan akhir dan artikel pengabdian dengan arahan DPL dan mendapat persetujuan dari DPL, kemudian dikumpulkan kepada panitia Pelaksana KPM. (8 September 2024)

     

  • Penyembelihan Harus Satu Kali?

    Penyembelihan Harus Satu Kali?

    Dalam buku ajar ini dijelaskan bahwa ulama sepakat bahwa penyembelihan yang sah syaratnya dilakukan dalam satu kali proses penyembelihan. Oleh Karena itu, penyembelihan harus dilakukan dengan kuat dan cepat tanpa mengangkat alat potong. Sebagaimana dalam gambar berikut:

    Bagaimana menurut fikih mu’tabar penjelasan dalam buku tersebut?

    Pertama, redaksi “menyembelih satu kali” itu memang ditemukan dalam beberapa fikih mu’tabar, antara lain dalam kitab Hasyiah Al-Syaikh Ibrahim al-Baijuri berikut:

    ويكون قطع ما ذكر دفعة واحدة، لا في دفعتين

    Artinya: Memotong hewan tersebut harus satu kali, tidak boleh dua kali. (Al-Baijuri, Hasyiah Al-Syaikh Ibrahim al-Baijuri, [Lebanon: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1971], Juz II, halaman 458).

     

    Namun penjelasan ta’bir dalam kitab ini sangat detail dan luas, sehingga mengutip secara parsial (sepotong-potong) sebagaimana yang dilakukan penulis buku ajar itu akan menimbulkan pemahaman yang keliru bagi peserta didik dan masyarakat. Dengan redaksi dalam buku ajar itu, setiap penyembelihan yang dilakukan dua kali akan dinyatakan tidak sah dan hewannya disebut bangkai, sedangkan dalam kajian fikih mu’tabar tidak demikian. Dalam kitab al-Fiqih Ala al-Madzahib al-Arba’ah misalnya dijelaskan penyembelihan dua kali itu tidak apa-apa selama masih mustaqirrah (kehidupan yang tetap), sebagaimana berikut:

    فإن كان الفعل الثاني منفصلا عن الأول عرفا اشترط أن تكون في الحيوان المستقرة

    Artinya: Jika tindakan penyembelihan yang kedua terpisah dari yang pertama secara urf, maka hewan itu harus ada kehidupan yang tetap. (Syaikh Abdu al-Rahman al-Jazairi, al-Fiqih Ala al-Madzahib al-Arba’ah, [Lebanon: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1971], halaman 654).

     

    Bahkan keharusan untuk mustaqirrah itu jika jedanya lama antara penyembelihan yang pertama dan kedua. Jika tidak lama, maka tidak harus, sebagaimana penjelasan Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi berikut:

    ولا يشترط وجود الحياة المستقرة في دفعة الفعل الثاني الا ان طال الفصل بين الفعلين فلا بد من وجود الحياة المستقرة اول الفعل الثاني

    Artinya: Tidak disyaratkan adanya kehidupan yang tetap dalam tindakan sembelihan kedua jika jeda itu lama antara dua tindakan tersebut, maka harus adanya kehidupan yang tetap di awal tindakan yang kedua. (Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi, Tanwir al-Qulub, halaman 237).

     

    Kedua, menyembelih dua kali itu banyak dilakukan masyarakat, karena tuntutan keadaan yang sering terjadi dalam proses penyembelihan. Contoh 1. Hewan yang disembelih sangat kebal, sehingga sekalipun sudah disembelih satu kali masih hidup sebagaimana biasanya, bahkan kadang terbang kemana-mana. Pada lazimnya dalam kondisi seperti ini dilakukan penyembelihan lagi. 2. Setelah penyembelihan pertama terlihat leher belum terpotong secara utuh, sehingga dilakukan penyembelihan berikutnya untuk memastikan terpotong semua. 3. Gerakan keras hewan yang disembelih kadang menyebabkan pisau bergeser, sehingga dilakukan penyembelihan lebih lanjut.

    Penjelasan buku ajar yang mengharuskan satu kali penyembelihan itu dapat memvonis kasus-kasus penyembelihan dalam masyarakat ini tidak sah dan hewannya menjadi bangkai, sedangkan dalam konklusi hukum fikih yang mu’tabar tidak demikian.

    Maka sangat relevan jika dalam kitab Tanwir al-Qulub redaksi “menyembelih satu kali” itu langsung dibahasakan tidak disyaratkan, karena secara substansial dengan penjelasan yang rinci disimpulkan bahwa menyembelih satu kali itu tidak disyaratkan selama sesuai dengan prosedur yang ditentukan, sebagaimana berikut:

    ولايشترط في قطع ذلك ان يكون دفعة واحدة فلو قطع باكثر كما لو رفع السكين فاعادها فورا او القاها لكللها واخذ غيرها او سقطت منه فاخذها او قلبها وقطع ما بقي وكان فورا حل

    Artinya: Tidak disyaratkan memotong hewan itu satu kali. Kalau memotong lebih dari satu kali, seperti pisaunya terangkat atau pisaunya tumpul lalu mengambil pisau yang lain atau pisaunya terjatuh atau membalikkan pisaunya maka memotong bagian yang tersisa harus dengan sesegera mungkin, agar hewannya halal dimakan. (Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi, Tanwir al-Qulub, halaman 237).

     

    Dengan demikian, keharusan menyembelih satu kali dalam buku ajar tersebut merupakan penjelasan yang tidak lengkap, sehingga memungkinkan pemahaman yang salah di masyarakat. Bahkan materi dalam buku ajar ini akan menjadi rujukan untuk mengusik praktik penyembelihan yang lazim dianggap legal di masyarakat.

    Buku ajar yang semestinya dihadirkan untuk menyelesaikan problematika di masyarakat, justru mempersoalkan praktik hukum yang tidak masalah menurut fikih mu’tabar. Karenanya, materi buku ajar ini dinilai tidak relevan menjadi rujukan yang representatif di sekolah/madrasah.

    Penulis: Tim UKM Literasi IAI NATA Sampang

  • Gelar Rapat Evaluasi Internal Perkuliahan dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan

    Gelar Rapat Evaluasi Internal Perkuliahan dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan

    Sampang, Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang (IAI NATA) Sampang mengadakan Rapat Evaluasi Perkuliahan dan Progres Akreditasi untuk Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Program Studi Perbankan Syriah (PBS). Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat IAI NATA Sampang Sabtu,15/06/2024, dan dihadiri oleh Rektor, staf akademik, dan Staf Akreditasi.

    Rektor IAI NATA Sampang, Rifki Rufaida, M.H. dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya rapat evaluasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus. “Evaluasi ini bukan hanya untuk mengetahui sejauh mana capaian kita, tetapi juga untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan agar sesuai dengan standar akreditasi nasional,” ujarnya.

    Selama rapat, dibahas berbagai aspek perkuliahan yang meliputi kurikulum, metode pengajaran, ketersediaan fasilitas, dan partisipasi mahasiswa. Evaluasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan masukan serta solusi yang konstruktif guna meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di kedua program studi.

    Selain itu, rapat juga menyoroti progres akreditasi untuk PGMI dan PBS. Ketua Program Studi PGMI, Dr. Muqoffii,M.Pd. menyampaikan bahwa program studi yang dipimpinnya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi akreditasi. “Kami terus melakukan perbaikan dari sisi administrasi, dokumentasi, hingga peningkatan kompetensi dosen dan fasilitas pendukung,” tuturnya.

    Sementara itu, Program Studi Perbankan Syariah (PBS), Nasrul Hadi,MM menggarisbawahi pentingnya sinergi antara dosen, mahasiswa, dan manajemen kampus dalam mencapai akreditasi yang diinginkan. “Kerja sama dan komunikasi yang baik antara semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal,” katanya.

    Dalam penutupan rapat, disepakati beberapa rencana tindak lanjut yang akan segera diimplementasikan. Di antaranya adalah peningkatan workshop bagi dosen, pengembangan e-learning, serta penambahan sarana dan prasarana pendidikan. Rapat ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi IAI NATA Sampang untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.

    Dengan adanya evaluasi rutin seperti ini, IAI NATA Sampang berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

  • Mahasiswa HKI IAI NATA Sampang dan Lembaga Falakiyah PC NU Sampang, Melaksanakan Kegiatan Rukyatul Hilal

    Mahasiswa HKI IAI NATA Sampang dan Lembaga Falakiyah PC NU Sampang, Melaksanakan Kegiatan Rukyatul Hilal

    Sampang, Mahasiswa HKI IAI NATA Sampang dan Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang gelar pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1445 H, bertempat di Pelabuhan Taddan Sampang, jum’at 7/06/24.

    Kegiatan yang dimulai pada sore hari ini dihadiri oleh para tokoh agama, akademisi, dan masyarakat setempat. Ketua Lembaga Falakiyah NU Sampang, Achmad Su’udi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan rukyatul hilal sebagai bagian dari ibadah dan pengamalan ilmu falak dalam Islam. “Rukyatul hilal bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk kepatuhan kita dalam menentukan awal bulan Hijriyah dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah,” ujarnya.

    Mahasiswa HKI IAI Nata Sampang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung tentang proses pengamatan hilal dan teknik-teknik yang digunakan dalam rukyatul hilal. Salah satu mahasiswi, Juwairiyah, mengungkapkan rasa syukurnya bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Pengalaman ini sangat berharga bagi kami, karena kami bisa mempraktikkan langsung ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah,” ungkap Juwai.

    Selain pengamatan hilal, acara ini juga diisi dengan diskusi ilmiah mengenai ilmu falak dan peran pentingnya dalam kehidupan umat Islam. Diskusi ini dipandu oleh Moh Husaini, seorang dosen falak di IAI Nata Sampang. Dalam paparannya, Moh Husaini menjelaskan tentang berbagai metode rukyatul hilal dan bagaimana teknologi modern dapat membantu dalam proses ini.

    Acara rukyatul hilal di Pelabuhan Taddan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Syafik, memohon kepada Allah SWT agar memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah yang diambil. Para peserta pun pulang dengan membawa ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat.

    Kegiatan rukyatul hilal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu falak dan memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat dalam mengamalkan ajaran Islam.

  • Seminar Pendidikan “Membangun Kebangsaan Melalui Pendidikan Literasi Kultural” oleh BEM IAI Nazhatut Thullab Sampang Sukses Diselenggarakan

    Seminar Pendidikan “Membangun Kebangsaan Melalui Pendidikan Literasi Kultural” oleh BEM IAI Nazhatut Thullab Sampang Sukses Diselenggarakan

    Sampang, – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) Nazhatut Thullab Sampang sukses menyelenggarakan seminar pendidikan bertema “Membangun Kebangsaan Melalui Pendidikan Literasi Kultural”. Acara yang berlangsung di auditorium kampus ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, okp serta perwakilan siswa-siswi se kabupaten sampang. senin, 03/06/2024.

    Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya literasi kultural sebagai alat untuk membangun rasa kebangsaan dan memperkuat identitas nasional. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. Muqoffi, M.Pd., Kaprodi PGMI IAI Nazhatut Thullab Sampang dan Juga Pegiat Literasi. Bapak Wahyu Hidayat, S.Pd.I,MM, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sampang; dan Bapak Moh Muhni, S.Pd., Kasat Bimas Kapolres Sampang.

    Dalam pemaparannya, Bapak Moh.Muhni, menekankan bahwa literasi kultural adalah fondasi penting dalam pendidikan yang dapat memperkuat ikatan sosial dan membangun karakter kebangsaan. Ia juga membahas strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam kurikulum pendidikan di semua jenjang sekolah.

    Bapak Wahyu Hidayat, dalam sesi berikutnya, berbagi pengalamannya dalam menggerakkan komunitas budaya lokal untuk terlibat dalam pendidikan literasi kultural. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

    Dr. Muqoffi menutup sesi pemaparan dengan membahas peran agama dalam memperkuat literasi kultural. Menurutnya, pendidikan agama yang diintegrasikan dengan literasi kultural dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dan berakhlak mulia.

    Seminar ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta dapat berdialog langsung dengan para pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait dengan implementasi praktis dari konsep literasi kultural di lingkungan sekolah dan komunitas.

    Ketua BEM IAI Nazhatut Thullab Sampang, Sahrul Romadhon, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pemateri dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam acara ini. “Kami berharap seminar ini dapat memberikan wawasan baru dan mendorong semua pihak untuk lebih aktif dalam mempromosikan literasi kultural sebagai bagian integral dari pendidikan kita,” ujarnya.

    Wakil Rektor III IAI Nazhatut Thullab Sampang, Siti Farida,M.Pd, mengapresiasi inisiatif BEM yang telah menyelenggarakan seminar ini. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam memperkuat kebangsaan melalui pendidikan literasi kultural.

    Dengan suksesnya seminar ini, BEM IAI Nazhatut Thullab Sampang menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan dan membangun kebangsaan melalui pendekatan yang berbasis budaya. Seminar ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk mengadakan kegiatan serupa guna membentuk generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan berkarakter kuat.

  • IAI Nazhatut Thullab Jalin Kerjasama dan Benchmarking ke Universitas Darussalam Gontor

    IAI Nazhatut Thullab Jalin Kerjasama dan Benchmarking ke Universitas Darussalam Gontor

    Sampang, 24 Mei 2024 — Institut Agama Islam (IAI) Nazhatut Thullab melaksanakan kunjungan kerja dan benchmarking ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat jaringan kerjasama antar perguruan tinggi. Kunjungan ini berlangsung pada tanggal 23 Mei 2024 dan dipimpin langsung oleh Senat IAI Nazhatut Thullab, Dr. KH. Moh. Thoyyib Madani, MA, beserta rombongan yang terdiri dari Civitas akademik.

    Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengalaman IAI Nazhatut Thullab dalam pengelolaan pendidikan tinggi berbasis pesantren yang unggul dan berdaya saing global. Selain itu, kegiatan benchmarking ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam penerapan sistem pendidikan yang berkualitas dan inovatif.

    Selama kunjungan, rombongan IAI Nazhatut Thullab diterima dengan hangat oleh Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil, beserta jajaran pimpinan universitas. Kegiatan diawali dengan presentasi mengenai profil dan capaian UNIDA Gontor, dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai berbagai aspek manajemen pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Para peserta benchmarking juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas kampus, seperti perpustakaan, unit usaha, pusat kajian dll. Hal ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana UNIDA Gontor menerapkan standar pendidikan yang tinggi dalam berbagai bidang studi yang ditawarkannya.

    Dalam sambutannya, Senat IAI Nazhatut Thullab, Dr. KH. Moh.Thoyyib Madani, MA mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat dari UNIDA Gontor. Beliau berharap bahwa kerjasama ini akan memberikan manfaat yang besar bagi kedua institusi, terutama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai kepesantrenan.

    Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil, juga menyambut baik kerjasama ini.

    Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi dan meningkatkan daya saing bangsa, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

    “Sekarang ini bukan eranya untuk berkompetisi melainkan untuk berkolaborasi” Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil (Rektor Universitas Darussalam Gontor)

    “Saya yakin bahwa kerjasama ini akan membuka peluang baru bagi kedua institusi untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, sehingga dapat bersama-sama memajukan pendidikan tinggi Islam di Indonesia,” Dr. KH. Moh. Thoyyib Madani, MA. (Senat IAI Nazhatut Thullab Sampang)

  • Mahasiswa HMPS MPI IAI NATA Ikuti Kajian Se-Madura di IAI AL-KHAIRAT Pamekasan

    Mahasiswa HMPS MPI IAI NATA Ikuti Kajian Se-Madura di IAI AL-KHAIRAT Pamekasan

    Sampang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS MPI) Institut Agama Islam Nazhatut Thullab (IAI NATA) telah berpartisipasi dalam kajian bertajuk “Transformasi Paradigma Pendidikan: Membangun Sistem Pendidikan yang Adil, Inklusif, dan Berkelanjutan”.

    Acara tersebut diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI AL-KHAIRAT) Pamekasan, Madura, dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Madura pada Rabu, 15/05/2024.

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik yang bertujuan untuk memperkuat wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu krusial dalam dunia pendidikan saat ini.

    Dalam kajian ini, para peserta didorong untuk berdiskusi dan berbagi pemikiran tentang bagaimana membangun sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada kualitas, tetapi juga pada keadilan dan inklusivitas, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

    Para pembicara yang hadir dalam kajian ini berasal dari berbagai latar belakang akademis dan praktisi pendidikan yang berkompeten di bidangnya.

    Mereka memaparkan materi mengenai pentingnya transformasi dalam paradigma pendidikan guna menghadapi tantangan era globalisasi dan digitalisasi.

    Mahasiswa HMPS MPI IAI NATA menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kajian ini. Mereka aktif terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok.

    Ketua HMPS MPI IAI NATA, Maimun Zubair, menyatakan bahwa partisipasi dalam kajian ini memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi mereka untuk terus berinovasi dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih baik.

    “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Banyak hal yang kami pelajari, terutama mengenai bagaimana menerapkan konsep pendidikan yang adil dan inklusif dalam praktek sehari-hari. Kami berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk kemajuan program studi dan institusi kami,” kata Maimun.

    Dengan diadakannya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik di masa depan.

    Kajian ini juga diharapkan dapat memperkuat jaringan dan kerjasama antar mahasiswa dan institusi pendidikan di Madura.

    Kajian “Transformasi Paradigma Pendidikan: Membangun Sistem Pendidikan yang Adil, Inklusif, dan Berkelanjutan” di IAI AL-KHARAT Pamekasan merupakan langkah positif dalam menciptakan perubahan yang signifikan di dunia pendidikan, khususnya di wilayah Madura.

    Melalui acara seperti ini, semangat untuk terus belajar dan berinovasi semakin tertanam dalam diri para mahasiswa, yang nantinya akan menjadi penerus bangsa dalam membangun pendidikan yang lebih baik.