FEBIS, 2 Juni 2025 – Tiga mahasiswa dari Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam IAI NATA Sampang semester 6 melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri Kedua di BMT NU Cabang Camplong. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Lailatul Jannah, Salwa Asalia, dan Rikatul Farohah. PPL Mandiri ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia kerja, khususnya di sektor keuangan syariah. Selama pelaksanaan, mahasiswa akan terlibat aktif dalam kegiatan operasional BMT, mulai dari pelayanan anggota, pengelolaan simpanan dan pembiayaan, hingga administrasi lembaga keuangan syariah. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBIS), Bapak Dhoqi Dofiri, M.E., menyampaikan bahwa PPL Mandiri ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang dilakukan oleh mahasiswa. “Harapannya, dengan mahasiswa mengajukan PPL secara mandiri, mereka akan menjadi lebih terlatih dan berpengalaman. Hal ini sangat penting sebagai bekal ketika mereka lulus nanti, terutama dalam menghadapi dunia kerja atau ketika melamar pekerjaan,” ujar beliau. Dengan mengusung semangat “Menebar Manfaat, Berbagi Keuntungan,” BMT NU Cabang Camplong menjadi tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional dan memperkuat karakter Islami dalam praktik keuangan. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja dan menjadi lulusan yang unggul serta berdaya saing.
Dari Kampus ke Dunia: Faruk, Alumni Perbankan Syariah dan Duta Budaya Madura 2025 yang Mengharumkan Nama Almamater
Pamekasan, iainata.ac.id Faruk, alumni Perbankan Syariah angkatan 2020 di Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang dan Duta Budaya Madura 2025, membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya tentang gelar akademis, tetapi juga tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata dan melestarikan budaya. Dengan bangga, Faruk membagikan pengalaman dan motivasinya untuk menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. 2/6/2014 “Dimanapun saya berproses, pasti ingat dimana saya menimba ilmu dan budaya Madura yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai luhur. Saya pasti akan ingat almamater kebanggaan saya waktu saya mengejar gelar sarjana,” ungkap Faruk. Menurut Faruk, teori yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang sangat membantu perkembangan pola pemikirannya, sehingga bisa mengejar prestasi di luar kampus dan menjadi duta budaya yang efektif. “Kalau ada keinginan yang kita capai harus seimbang antara kegiatan dalam kampus dan luar kampus, harus semangat dalam mencari ilmu pengetahuan dan pengalaman,” katanya. Faruk juga menekankan pentingnya mengikuti kegiatan organisasi kampus, baik internal maupun eksternal, untuk mengupgrade pola pikir mahasiswa dan melestarikan budaya Madura. “Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu yang hanya datang lalu pulang. Menurut saya, pemuda gen Z sudah seharusnya menjadi agen of change untuk mengubah pola pikir yang ada di masyarakat dan melestarikan budaya Madura,” ujarnya. Dengan pengalaman dan motivasinya, Faruk berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan yang positif dan meningkatkan kualitas pemikiran mereka. “Sebagai Duta Budaya Madura 2025, saya berkomitmen untuk mengharumkan nama almamater dan budaya Madura di dunia,” katanya dengan semangat.